Ismilyasih’s Weblog

Oktober 26, 2007

Pesona Pulau Lombok

Diarsipkan di bawah: Wisata — ismilyasih @ 7:39 am

Kemanakah tujuan Anda, jika mempunyai kesempatan berkunjung ke pulau Lombok? Bila Anda belum mempunyai tujuan yang pasti, menurut teman yang tinggal di kota Mataram, dengan punya waktu 2 (dua) hari bisa mengunjungi seluruh daerah pariwisata di Lombok, tentunya minus mendaki gunung Rinjani atau menginap di pulau Gili Trawangan.

Peta pulau Lombok

Di bawah ini akan saya sampaikan beberapa daerah yang layak dikunjungi (walaupun saya juga belum sempat mengunjungi semuanya), sesuai brosur pariwisata yang saya peroleh dari hotel tempat saya menginap:

1. Suranadi. Di sini ada hotel lengkap dengan kolam renang air hangat dan lapangan tennis. Juga ada pura Hindu tertua, berlokasi 17 km jika naik kendaraan dari kota Mataram.

2. Lingsar. Pura dengan ikan keramat di dalam kolam, lokasi 9 km dengan naik kendaraan dari kota Mataram.

3. Narmada. Kebun Raya Lombok, dengan kolam renang, serta ada pura Hindu yang sering digunakan umat Hindu untuk bersembahyang, lokasi 12 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

Menjelang matahari terbenam di Pura Batu Bolong, Lombok

4. Batu Bolong. Terdapat pura diatas batu karang yang menjorok ke laut, dan jika cuaca cerah bisa melihat gunung Agung di pulau Bali, serta bagus untuk melihat pemandangan saat sunset. Lokasi 8 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Untuk memasuki area, maka kita diwajibkan memakai pita kuning dari kain (dapat menyewa di lokasi), yang dipasang melingkari pinggang. Pemandangan disini indah sekali, air laut menerobos melalui sela-sela batu karang yang berlubang, menimbulkan bunyi gemerosak. Sayang saat saya kesini, cuaca masih mendung selepas turun hujan, tapi pemandangan indah sekali. Matahari mengintip di sela-sela awan, dan cahayanya jatuh terpantul di air laut.

Mendung menjelang sunset di pantai Senggigi

5. Senggigi. Pantai alam berpasir putih yang bersih, dikelilingi hotel, losmen dan bungalow. Sangat indah sekali, terutama jika waktu sunrise maupun sunset. Lokasi 10 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Di pantai banyak penjaja cinderamata, berupa mutiara budidaya air tawar yang berwarna warni, mulai dari harga Rp.25.000,- Juga penjaja kaos bertuliskan Lombok dan Senggigi, serta ukiran khas Lombok pada kayu, bisa berupa tempat buah, topeng dan lain-lain.

6. Sire Beach. Taman laut dengan exotic coral dan ikan yang berenang kian kemari. Berlokasi 36 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

7. Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Pulau kahyangan di utara Lombok, dikelilingi taman laut. Disini banyak orang diving maupun surfing. Di pulau ini sudah banyak hotel dan losmen, sehingga bisa menginap disini, pantainya masih asli. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kapal motor.

8. Sukarare. Desa tempat orang menenun, disinilah jika ingin membeli kain tenun tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun melakukan pekerjaannya. Lokasi 25 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

9. Rambitan/Sade. Desa asli Lombok, dengan rumah tradisional suku Sasak, lokasi 50 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

10. Kuta/Tanjung Aan. Pantai Mandalika dengan lampu-lampu yang berkilauan , dimana kita bisa berenang, terdapat hotel dan restoran. Setiap tahun ada perayaan menangkap/melihat Nyale fish, lokasi 56 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

11. Mataram. Mataram adalah ibu kota propinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan Ampenan merupakan kota pelabuhan lama (sekarang sudah pindah ke Lembar). Kota Ampenan berciri khas arsitektur kuno, yang bila dibersihkan dan dirawat dengan baik, akan menjadi daerah tujuan wisata yang digemari. Di kota Mataram (yang sudah menjadi satu kesatuan dengan kota Ampenan dan kota Cakranegara) kita bisa wisata kuliner, dengan makan makanan Lombok yang ciri khasnya adalah pedas. Di Jakarta kita sering melihat rumah makan Taliwang, yang ternyata Taliwang adalah nama suatu daerah, yang awalnya banyak penjual makanan khas Lombok di daerah ini. Makanan khas Lombok, antara lain: Plecing kangkung, ayam plecingan, ayam julat (ayam yang bumbunya pedas sekali), sambel beberok. Plecing ternyata merupakan nama masakan, sehingga dikenal masakan kangkung yang diberi /dimasak bumbu plecing, ayam yang dimasak plecing (ayam diberi bumbu pedas, didiamkan, dibakar/digoreng, kemudian diberi bumbu pedas lagi). Sambel beberok adalah sambel yang dibuat dari irisan terong ungu, irisan bawang merah, irisan tomat dan cabe, disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya. Minuman yang khas adalah kelapa madu, terdiri dari air kepala muda, dan kelapa mudanya di suwir-suwir serta diberi madu…ehhm…sedaaap. Untuk membeli oleh-oleh kain tenun khas Lombok, bisa di Cilinaya Shopping Centre.

12. Cakranegara. Merupakan kota bisnis, terdapat pasar pertanian, pasar burung, dan mata air Mayura serta pura Meru, pura terbesar di Lombok. Cakranegara konon dulunya merupakan bekas kerajaan, namun bekas kerajaan (situs) sudah tak bisa dikenali. Jika ingin oleh-oleh makanan, maka bisa membeli kaki ayam goreng, telur asin dan berbagai manisan dari rumput laut.

Catatan : Perjalanan ke kota Mataram, bisa ditempuh menggunakan pesawat terbang dari Jakarta. Jarak tempuh 4 jam jika transit di Yogya atau Surabaya, tapi bila langsung (penerbangan Garuda pagi hari dari bandara Selaparang) hanya ditempuh dalam waktu 1 jam 33 menit.

wisata di Dki Jakarta

Diarsipkan di bawah: Wisata — ismilyasih @ 7:19 am

Taman Impian Jaya Ancol

Inilah taman rekreasi yang paling ramai dan paling akrab dengan penduduk kota Jakarta dan kota ? kota lain disekitarnya.Taman ditepi laut pantai Jakarta ini sering disebut Ancol saja.Berbagai macam bentuk hiburan baik untuk anak maupun orang tua terdapat dalam 522 hektar ini.Taman ancol termasuk taman rekreasi terlengkap di Asia.Tak jauh dari pintu masuk terdapat banyak pilihan diantaranya : Dufan, yang berisi berbagai jenis sarana permainan ; Gelanggang Samudera merupakan suasana alam terbuka, sekaligus melihat-lihat tingkah laku binatang-binatang, baik binatang air, burung atau binatang hutan lainnya yang dinikmati di arena dan hutan buatan;Gelanggang Renang;Pantai; Pasar Seni, Tempat Pemancingan dan masih banyak lagi.

Kebun Binatang Ragunan

Kebun binatang adalah untuk memelihara dan membiakan hewan yang hampir punah.Jadi bukan sekedar hanya memamerkan binatang.Lebih dari itu, menyelamatkan dan mengembangbiakan binatang-binatang yang diperkirakan akan punah bila tidak dipelihara

Taman Ismail Marzuki

Adalah pusat kesenian dan kebudayaan Indonesia yang ada di Jakarta.Disini secara rutin dipertunjukan acara- acara seni dan budaya, termasuk pementasan drama, tari, wayang, musik, pembacaaan puisi, pameran lukisan dan pertunjukan film. Dipusat kesenian TIM ini kita bisa menemukan berbagai jenis kesenian tradisional sampai kotemporer, baik yang merupakan tradisi asli Indonesia maupun dari luar negeri.

Taman Mini Indonesia Indah

TMII merupakan taman rekreasi dan museum budaya Bangsa Indonesia.Ditaman ini diperkenalkan, dilestarikan dan dikembangkan berbagai bentuk budaya bangsa Indonesia.Taman ini dibangun pada tahun1972 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 7 April 1975.TMII memiliki luas 120 hektar yang menampilkan kebesaran budaya dalam bentuk mini.Sebagai Taman TMII bukanlah museum yang diam, yang hanya memamerkan anjuangan daerah secara lengkap.Tapi secara langsung menyuguhkan objek dan tontonan hidup yang membuat pengunjung seakan menyatu dan berada ditengah-tengah kehidupan budaya. Selain itu juga Desa Wisata, Museum Keprajuritan dan lain-lain.

Pulau Seribu

Gugusan Pulau Seribu masuk wilayah Jakarta Utara. Menurut catatan, Kepulauan Seribu memiliki sekitar 342 pulau, termasuk pulau-pulau terumbu karang dan pulau-pulau pasir.Udaranya bersih, lautnya membiru penuh dengan taman bunga karang.Untuk memancaing pun memang tepat dan mengesankan begitu pula untuk olahraga air.Disamping rekreasi dan wisata bahari, kepulauan ini adalah Taman Nasional Laut tempat penelitian oseanologi, arkeologi serta untuk mempelajari tumbuhan laut dan satwa laut yang langka.

Wisata Alam Bandung selatan

Diarsipkan di bawah: Wisata — ismilyasih @ 7:14 am

Hari Sabtu yang lalu gerombolan Kampung Gajah kembali berwisata mengisi akhir pekan, setelah pekan sebelumnya menikmati Observatorium Bosscha di Lembang kali ini menikmati suasana alam pegunungan Bandung Selatan, yaitu Kawah Putih Gunung Patuha, tea walk (walaupun hanya nongkrong) perkebunan teh Walini, pemandian air panas Cimanggu (tapi tak sempat) dan Situ Patengan.

Perjalanan menuju objek wisata tersebut sepanjang 46km dari Kotamadya Bandung mungkin bisa dikatakan melelahkan pikiran menyaksikan kemacetan jalan Kopo sebagai satu-satunya jalan akses yang mudah dibandingkan dengan jalur lainnya serta melelahkan otot-otot kaki kiri menahan kopling bagi sang supir. Jika anda sudah melewati fly over jalan tol Padalarang-Cileunyi selepas pintu tol Kopo maka anda akan menyadari bahwa perjalanan dari lingkar selatan jalan Soekarno-Hatta hingga kota Kabupaten Bandung di Soreang adalah datar, sejauh kira-kira 10km. Bahkan jika anda melihat peta administratif Soreang adalah titik tengah dari keseluruhan kota Bandung.

objek pertama di Ciwidey saat jalan menanjak adalah wisata belanja stroberi. Di kiri-kanan jalan banyak kebun-kebun stroberi, anda bisa memetiknya sendiri, jika ogah rugi anda bisa memetik sambil memakannya langsung. Hehe. Kebun stroberi ini tak sempat kami singgahi karena sudah terlalu sore, dikhawatirkan terlalu gelap sampai di objek berikutnya yang masih jauh dan menanjak.

Perjalanan berikutnya sampai di gerbang Kawah Putih Gunung Patuha yang kawahnya sendiri masih sekitar 5km lagi melalui jalan sempit beraspal naik turun dan lebih banyak naiknya. Kiri kanan jalanan tersebut dipenuhi dengan tumbuhan hutan tropis, tinggi dan rapat-rapat. Saat melewati jalan tersebut kabut sedang turun dan bau belerang mulai tercium. Transmisi kendaraan harus di gigi satu, entah kenapa meskipun jalan agak datar saat dipindah ke gigi dua mesin kendaraan ngos-ngosan tidak bertenaga, mungkin akibat kurangnya udara kering karena kabut sedang turun.

Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua –masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh– memiliki ketinggian 2.434m dpl, dengan kisaran suhu 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat –saat adalah surut dalam Bahasa Sunda– yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194m dpl. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada abad X dan XII silam.

Sebelum ditemukannya danau Kawah Putih di puncak Gunung Patuha, masyarakat menganggap puncak itu sebagai daerah yang angker, hingga tak seorang pun berani menjamahnya. Bahkan karena angkernya, burung yang melewati kawah pun akan mati. Misteri keindahan danau kawah putih baru terungkap tahun 1837, oleh seorang botanis Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn. Namun, Junghuhn tidak memercayai cerita itu begitu saja, sambil melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dari dalam danau itu keluar semburan lava bau belerang yang menusuk hidung. Ternyata kondisi belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang di atas permukaan kawah. Dan pada tahun 1987 PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkannya menjadi sebuah objek wisata.

Ada perbedaan antara Kawah Putih Gunung Patuha, jika dibandingkan dengan sejumlah kawah yang berada di wilayah Jawa Barat, danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air danau kawahnya selalu berubah-ubah warna, terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih, karenanya kawah itu dinamakan Kawah Putih.

Perjalanan dilanjutkan kembali melewati bumi perkemahan Ranca Upas dan perkebunan teh Walini. Di tengah perkebunan ini ada satu-dua vila dan pemandian umum. Vila di kebun teh Walini yang pernah saya singgahi sepuluh tahun lalu adalah vila Kidang Kancana, sebuah bangunan kayu dua lantai dan memiliki kolam air panas alami di depannya. Waktu semakin sore, kami hanya sempat singgah dan nongkrong di pinggiran kebun teh saja.

objek wisata selanjutnya adalah pemandian air panas alami Cimanggu, karena tak berbekal pakaian ganti kami pun hanya melewati saja objek wisata ini dan meneruskan ke objek berikutnya, yaitu Situ Patenggang.

Memang ada kerancuan nama tempat ini, ada yang menyebut Patengan, juga ada yang menyebut Patenggang. Jika menilik etimologi nama patengan berasal dari pateang-teang (saling mencari), menjadi pateangan (menunjukkan tempat pencarian) hingga akhirnya menjadi patengan. Sedangkan nama patenggang adalah artinya terpisah oleh jarak atau kondisi. Hingga kini dua nama tersebut tetap dipakai, namun jika melihat nama desa tempat danau itu berada adalah desa Patengan, kawasan Rancabali.

Kawasan ini memiliki sebuah legenda sehingga muncul nama Situ Patenggang. Sejarah atau mitos tentang situ ini muncul ke disebabkan karena seorang pangeran dan seorang putri yang saling jatuh cinta, namun perjalanan cinta mereka tidak semulus dan seindah yang dibayangkan oleh keduanya karena dipisahkan oleh keadaan. Sehingga air mata mereka membentuk sebuah situ atau danau. Selanjutnya danau itu dinamai dengan situ patenggang. Pada akhirnya mereka dapat berkumpul kembali pada sebuah batu di situ tersebut yang diberi nama Batu Cinta. Konon siapapun yang pernah berkunjung dengan pasangannya, maka cinta mereka akan abadi.

Beruntung, saat waktu sudah menunjukkan pukul 18:30 langit masih terang ketika kami menikmati Situ Patenggang yang airnya tenang kebiru-biruan, namun tak sempat menikmati situ tersebut dengan naik perahu.

Pulang kembali ke kota Bandung harus menikmati kemacetan lagi yang lebih parah di jalan Kopo. Semoga jalan tol Soroja (Soreang-Pasir Koja) yang sedang direncanakan bisa dibangun segera, supaya kawasan Bandung dengan segala potensinya bisa tumbuh berkembang.

Blog pada WordPress.com.